Bukan Main Gim, Guru MA Cahaya Muhyiddin Surabaya Pilih Asah Otak Lewat Catur

gaya hidup | 02 Juni 2026 22:45

Bukan Main Gim, Guru MA Cahaya Muhyiddin Surabaya Pilih Asah Otak Lewat Catur
(Aktivitas guru mengisi waktu luang dengan bermain catur sambil menunggu jam mengajar. Dok: Farhan)

SURABAYA, PustakaJC.co – Suasana semangat belajar para siswa di MA Cahaya Muhyiddin Surabaya turut memotivasi para guru untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki kelas. Menariknya, saat menunggu jadwal mengajar, sejumlah guru mengisi waktu luang dengan bermain catur sebagai sarana olahraga otak.

Budaya unik ini dapat ditemui di MA Cahaya Muhyiddin yang berlokasi di Jalan Gebang Kidul No. 64-66, Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Di sela-sela menunggu pergantian jam pelajaran, para guru tampak asyik bermain catur bersama rekan sejawat. Aktivitas tersebut dinilai lebih positif dibandingkan menghabiskan waktu dengan bermain gim di telepon genggam.

Menurut salah satu guru MA Cahaya Muhyiddin, permainan catur merupakan sarana untuk melatih kemampuan berpikir, strategi, serta konsentrasi karena pemain dituntut untuk menyusun langkah terbaik guna meraih kemenangan.

"Dolen ngene iki, cong, iso melatih otak. Dadi kudu ero peran-peran lan tugas pemaine. Endi seng luwih mikir, yo wes iku seng menang," ujar Nur Hafifudin Ivan Febriyanto, S.Pd., guru Bahasa Inggris MA Cahaya Muhyiddin Surabaya.

Catur sendiri merupakan permainan papan strategi yang dimainkan oleh dua orang di atas papan berisi 64 kotak. Tujuan utama permainan ini adalah melakukan skakmat atau menjebak raja lawan sehingga tidak dapat bergerak lagi.

Pemain yang menggunakan bidak putih selalu mendapat giliran pertama, kemudian disusul pemain dengan bidak hitam secara bergantian. Permainan ini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Bahkan, catur juga dipertandingkan dalam berbagai ajang kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya kebiasaan positif seperti ini, para guru tidak hanya mengisi waktu luang secara bermanfaat, tetapi juga terus melatih kemampuan berpikir yang tentunya dapat mendukung aktivitas mengajar di kelas. (Frchn)