Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi kerupuk dalam jumlah banyak tanpa disadari. Kebiasaan tersebut juga sering diikuti dengan porsi makanan utama yang tetap, sehingga total asupan kalori harian meningkat.
Selain tinggi karbohidrat, sebagian besar kerupuk diolah dengan cara digoreng dan mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Kombinasi kalori, lemak, dan natrium berlebih dapat memicu penumpukan lemak tubuh, meningkatkan berat badan, hingga menyebabkan perut tampak membuncit.
Kandungan garam yang tinggi juga membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga menimbulkan rasa begah. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang cukup, risiko obesitas, hipertensi, serta diabetes akan meningkat.
Kerupuk juga kerap menjadi pelengkap hampir di setiap waktu makan, mulai dari nasi goreng, bakso, soto hingga berbagai menu lainnya. Kebiasaan ini membuat tambahan kalori sering kali luput dari perhatian karena kerupuk tidak dianggap sebagai makanan utama.