1. “Ini semua salah kamu”
Menyalahkan seseorang secara langsung dapat membuat lawan bicara bersikap defensif. Orang dengan pola pikir yang lebih terbuka biasanya berusaha melihat persoalan secara menyeluruh.
Alih-alih mencari siapa yang harus disalahkan, mereka dapat mengatakan, “Menurutmu, bagian mana yang perlu kita perbaiki?”
Kalimat tersebut mengarahkan pembicaraan pada solusi, bukan sekadar mencari kesalahan.
2. “Kamu tidak mengerti”
Perbedaan pemahaman tidak selalu berarti salah satu pihak tidak mampu memahami persoalan. Orang dengan pola pikir tinggi cenderung menyadari bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda.
Karena itu, mereka lebih memilih membuka ruang komunikasi dengan mengatakan, “Mungkin kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Coba kita pelajari dari sudut pandang masing-masing.”
Sikap tersebut menunjukkan keterbukaan sekaligus keinginan untuk memahami orang lain.