Impor Jatim Tembus 19,52 Miliar Dolar AS hingga Juli 2026

gaya hidup | 02 September 2026 07:30

Impor Jatim Tembus 19,52 Miliar Dolar AS hingga Juli 2026
Kegiatan bongkar dan muat peti kemas di TPK Nilam. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Nilai impor Jawa Timur sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 19,52 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 16,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 16,74 miliar dolar AS.

 

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan peningkatan tersebut terjadi seiring naiknya impor migas maupun nonmigas.

 

“Sejalan dengan itu, nilai impor migas dan nonmigas naik,” kata Herum di Surabaya, dikutip dari antaranews.com, Rabu, (2/9/2026).

 

Berdasarkan catatan BPS, impor nonmigas Jawa Timur selama Januari-Juli 2026 mencapai 15,91 miliar dolar AS. Nilai tersebut naik 14,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,94 miliar dolar AS.

 

Sementara itu, impor migas meningkat 28,48 persen dari 2,81 miliar dolar AS menjadi 3,61 miliar dolar AS.

 

Kenaikan impor migas antara lain dipengaruhi meningkatnya impor minyak mentah sebesar 22,34 persen, dari 317,07 juta dolar AS menjadi 387,90 juta dolar AS.

 

Impor komoditas hasil minyak juga mengalami peningkatan sebesar 30,53 persen, dari 1,80 miliar dolar AS menjadi 2,35 miliar dolar AS.

 

 

Impor Juli Naik 19,5 Persen

 

Khusus pada Juli 2026, nilai impor Jawa Timur mencapai 3,01 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 19,5 persen dibandingkan Juli 2025.

 

Impor nonmigas pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,52 miliar dolar AS atau naik 22,3 persen secara tahunan. Sementara impor migas mencapai 0,49 miliar dolar AS atau meningkat 6,8 persen.

 

Dari sepuluh golongan komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2026, peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas buah-buahan atau HS 08.

 

Nilai impor buah-buahan meningkat sebesar 214,49 juta dolar AS atau 35,87 persen. Komoditas tersebut mayoritas berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai 740,29 juta dolar AS.

 

Komoditas besi dan baja atau HS 72 juga mengalami peningkatan sebesar 245,05 juta dolar AS atau 28,04 persen. Impor komoditas tersebut paling banyak berasal dari Tiongkok dengan nilai 659,72 juta dolar AS.

 

Selanjutnya, impor pupuk atau HS 31 meningkat sebesar 181,31 juta dolar AS atau 26,88 persen. Komoditas pupuk paling banyak didatangkan dari Rusia dengan nilai mencapai 268,11 juta dolar AS.

 

Sementara itu, mesin dan peralatan mekanis atau HS 84 masih menjadi kontributor terbesar impor Jawa Timur. Nilai impornya mencapai 1,67 miliar dolar AS, meningkat 13,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,47 miliar dolar AS.

 

 

Sebagian besar mesin dan peralatan mekanis tersebut berasal dari Tiongkok dengan nilai impor mencapai 872,82 juta dolar AS.

 

Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang dengan nilai impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2026 memberikan kontribusi sebesar 58,61 persen terhadap total impor nonmigas Jawa Timur.

 

Dari sisi pertumbuhan, impor sepuluh golongan barang tersebut meningkat 16,08 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. (ivan)