Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menegaskan bahwa ini adalah bentuk penipuan digital yang memanfaatkan teknologi deepfake untuk mencatut nama dan wajah tokoh publik.
“Teknologi deepfake makin menyeramkan. Siapa pun bisa dicatut wajahnya. Kalau masyarakat tidak hati-hati, sangat mudah tertipu,” ujar Alfons saat dikonfirmasi. Minggu, (14/4/2025).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Khofifah. Namun, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur disebut tengah menelusuri keberadaan akun palsu tersebut.