Viral Video Khofifah Jual Motor Murah, Ternyata Tipu-Tipu AI!

pemerintahan | 15 April 2025 05:45

Viral Video Khofifah Jual Motor Murah, Ternyata Tipu-Tipu AI!
Akun TikTok bernama @khofifahnew mengunggah video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan sosok menyerupai Bu Khofifah sedang berbicara mengenai promo motor murah. (dok instagram @ayopasuruan)

JAKARTA, PustakaJC.co - Video menampilkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang seolah mempromosikan penjualan motor murah tengah viral di TikTok. Namun, video tersebut diduga kuat merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) atau deepfake.

Akun TikTok bernama @khofifahnew mengunggah video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan sosok menyerupai Bu Khofifah sedang berbicara mengenai promo motor murah. Dalam keterangan video, penonton diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum di bio akun tersebut.

Lebih mencurigakan lagi, kolom komentar di video itu dibanjiri testimoni dari akun-akun yang diduga buzzer. Komentar seperti “Motornya sudah sampai Bu, terima kasih” hingga “Saya sudah coba, benar dapat motor murah” tampak disengaja untuk memancing kepercayaan calon korban.

Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menegaskan bahwa ini adalah bentuk penipuan digital yang memanfaatkan teknologi deepfake untuk mencatut nama dan wajah tokoh publik.

“Teknologi deepfake makin menyeramkan. Siapa pun bisa dicatut wajahnya. Kalau masyarakat tidak hati-hati, sangat mudah tertipu,” ujar Alfons saat dikonfirmasi. Minggu, (14/4/2025).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Khofifah. Namun, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur disebut tengah menelusuri keberadaan akun palsu tersebut.

Fakta-Fakta Penting:

  • Nama akun: @khofifahnew
  • Platform: TikTok
  • Modus: Video AI (deepfake), narasi penipuan motor murah
  • Arahkan korban ke: Nomor WhatsApp pada bio
  • Bukti pendukung: Testimoni palsu dari akun-akun buzzer

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap video yang menampilkan figur publik, terlebih yang mengarahkan ke transaksi langsung tanpa verifikasi. Jika ragu, cek selalu sumber informasi dari akun resmi atau kanal berita terpercaya.

“Jangan percaya video. Percayalah pada logika,” tegas Pakar keamanan siber ini. (Ivan)