Khofifah Pacu Misi Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur

pemerintahan | 04 Mei 2025 08:23

Khofifah Pacu Misi Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (dok jawapos.com)

MALANG, PustakaJC.co -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di provinsi yang dipimpinnya. Target ambisius itu adalah nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

 

“Kita diminta bekerja sama lintas sektor demi menekan kemiskinan ekstrem sampai nol persen di 2026 dan kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029,” kata Khofifah dalam Dialog Pilar Sosial se-Malang Raya di Universitas Negeri Malang, Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (4/5/2025).

 

Khofifah menyebut kunci utama keberhasilan terletak pada sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan pilar-pilar sosial yang bekerja di lapangan.

Khofifah, mengandalkan kekuatan 5.262 SDM Program Keluarga Harapan (PKH), 666 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan 1.820 Taruna Siaga Bencana (Tagana). Mereka dianggap sebagai garda depan dalam menyentuh langsung kehidupan masyarakat miskin.

 

“Mereka adalah ujung tombak. Kalau mereka sejahtera dan tersenyum, insyaAllah mereka bisa membuat lebih banyak masyarakat ikut tersenyum,” ujar Politisi PKB itu.

 

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov mengalokasikan anggaran besar untuk kesejahteraan pilar sosial, di antaranya:

 

• Tali asih TKSK: Rp3,96 miliar

 

• Tali asih Tagana: Rp5,73 miliar

 

• Bantuan transport PKH Plus: Rp12,1 miliar

 

• Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Tagana dan TKSK: Rp426 juta

 

Di sisi lain, Khofifah juga menyoroti program PKH Plus untuk lansia di atas 70 tahun. Sejak 2019 hingga 2025, jumlah penerima di Jatim mencapai 354.111 orang, sedangkan penerima PKH reguler menyentuh angka 1,6 juta keluarga.

 

Tak hanya itu, Khofifah mengumumkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin. Setiap sekolah akan menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

 

 “Ini amanat Presiden. Sekolah ini untuk keluarga Desil 1 dan 2,” jelas Gubernur Jatim itu.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang turut hadir, menekankan pentingnya ketepatan data. Ia menyebut penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggantikan DTKS akan membuat program lebih efektif dan efisien.

 

“Bantuan harus tepat sasaran. Prinsipnya, bantuan bersifat sementara, tapi pemberdayaan harus bersifat seumur hidup,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Ia juga mengungkap bahwa anggaran kesejahteraan sosial nasional tahun ini mencapai Rp504,7 triliun. Bila pendistribusian tepat, potensi penghematan bisa mencapai Rp127 triliun.

 

Sebagai penutup, Khofifah menyanyikan lagu “Manusia Hebat” dan mengajak hadirin bersholawat. Ia lalu memakaikan sepatu kepada Asila Putri Salsabila, calon siswa Sekolah Rakyat, dan Gus Ipul kepada Ganda Rizki Raditya.

 

Dengan semangat kolaboratif dan dukungan konkret, Khofifah optimistis misi nol persen kemiskinan ekstrem bukan sekadar slogan tapi target yang bisa dicapai. (ivan)