UMKM Jatim Tembus Pasar Nasional, Transaksi Misi Dagang Capai Rp1 Triliun

pemerintahan | 09 Mei 2025 20:41

UMKM Jatim Tembus Pasar Nasional, Transaksi Misi Dagang Capai Rp1 Triliun
UMKM Jatim Tembus Pasar Nasional, Transaksi Misi Dagang Capai Rp1 Triliun (dok radarjatim)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan kiprah nyata dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui keberhasilan Misi Dagang dan Investasi di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam agenda strategis ini, Khofifah fokus mendorong pelaku UMKM Jatim untuk menembus pasar nasional dan memperluas jejaring usaha mereka.

 

Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Ahmad Salim Assegaf, mengapresiasi langkah tersebut dan menilai bahwa kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah provinsi merupakan kunci keberhasilan.

 

“Ini adalah bentuk bukti konkret yang diwujudkan oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Pemprov Jatim untuk bisa menaikkan kelas-kelas UMKM,” ungkap Ahmad pada Jumat (9/5/2025).

 

Ahmad juga menekankan bahwa misi ini tak hanya menjadi forum bagi pengusaha skala besar, tetapi juga menjadi ajang penting bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka ke luar wilayah Jawa Timur.

 

“Misi Dagang ini bukan hanya pertemuan antar pengusaha, tapi juga ada pertemuan dari pengusaha sampai level UMKM. Jadi para UMKM ini diperkenalkan produknya, diperkenalkan sampai keluar Jawa Timur,” tuturnya.

 

Ia pun mengajak para pelaku UMKM di Jawa Timur agar tak ragu menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, Pemprov Jatim telah memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan UMKM di berbagai sektor.

 

“Jadi kami dari HIPMI Jawa Timur, menyampaikan kepada masyarakat Jawa Timur, jangan pernah ragu usaha di Jawa Timur karena pemerintah Jawa Timur itu pro dengan para pengusaha termasuk UMKM,” katanya menegaskan.

 

Misi dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah di Balikpapan ini berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp1,053 triliun. Rinciannya, Jatim jual sebesar Rp598,953 miliar, Jatim beli senilai Rp230,099 miliar, dan investasi Jatim mencapai Rp224,094 miliar.

 

Adapun komoditas yang diperjualbelikan meliputi berbagai sektor strategis, mulai dari batu bara, pakan ikan, produk makanan dan minuman, produk fashion, telur ayam konsumsi, sapi ternak, karkas ayam, produk olahan perikanan, rokok, bahan baku restoran, hingga mesin las dan sparepart.

 

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Jatim untuk terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan memperkuat daya saing produk lokal di kancah nasional. (nov)