Namun, di sisi lain, Indonesia sempat mengalami lonjakan impor beras pada masa akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut data BPS, impor beras tahun 2024 mencapai 4,52 juta ton, naik signifikan dari tahun 2023 yang sebesar 3,06 juta ton.
“Jumlah ini tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pada 2018 saja hanya 2,25 juta ton, bahkan di 2019 hanya 444 ribu ton,” ujar seorang pejabat Kementerian Perdagangan, Senin (19/5/2025). Ia menyebut Thailand sebagai pemasok utama.
Impor tersebut sempat terjadi karena tekanan El Nino yang mengakibatkan turunnya produksi padi hingga 760 ribu ton.
Dalam enam bulan, Prabowo mengklaim mampu mengubah wajah pertanian nasional. Namun, di balik klaim swasembada dan tumpukan stok beras, publik masih menanti bukti kesinambungan dan ketahanan kebijakan pangan jangka panjang. (ivan)