JAKARTA, PustakaJC.co - Presiden Prabowo Subianto memanggil langsung jajaran Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Istana Merdeka guna membahas progres dan strategi percepatan investasi di wilayah Batam. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan laporan terkait sejumlah inisiatif penting yang tengah dijalankan.
“Apa yang kami laporkan hari ini adalah langkah-langkah strategis yang telah kami lakukan untuk mempercepat iklim investasi di Batam, termasuk penerapan sistem manajemen lahan terpadu,” ujar Amsakar usai pertemuan. Dikutip dari setkab.go.id, Sabtu, (24/5/2025).
Salah satu upaya signifikan adalah penyederhanaan proses perizinan dengan menghilangkan kewajiban fatwa planologis serta pengintegrasian layanan perizinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, demi memperlancar proses investasi.
Amsakar juga mengungkapkan tren positif pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam yang didukung oleh data resmi dari BPS, BKPM, dan LPEM UI. Data tersebut menunjukkan Batam berpotensi mencapai dan bahkan melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sesuai RPJMN.
“Insyaallah Batam akan berikhtiar lebih dari target RPJMN yang 8 persen. Data menunjukkan tren investasi di Batam semakin kondusif,” jelas Amsakar.
Presiden Prabowo memberikan arahan agar BP Batam terus bersemangat mendorong investasi, sekaligus menegaskan akan melakukan penyelarasan regulasi yang dianggap masih menghambat perkembangan ekonomi di daerah.
“Pak Presiden memerintahkan agar kami terus meningkatkan semangat kerja dan menyesuaikan regulasi yang perlu diselaraskan,” kata Amsakar menirukan arahan Presiden.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Batam diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis.
Kolaborasi antara BP Batam dan pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Prabowo diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, mempercepat pembangunan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (ivan)