JAKARTA, PustakaJC.co - Sebanyak sebelas Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) resmi berubah bentuk setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden (Perpres). Sembilan di antaranya merupakan IAIN yang kini berstatus UIN. Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah transformasi terbanyak.
Transformasi ini disahkan melalui penyerahan Perpres dari Kementerian Sekretariat Negara kepada Kementerian Agama (Kemenag) pada Senin, 26 Mei 2025. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa perubahan ini adalah bentuk komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat pendidikan tinggi keagamaan. Dilansir dari jawapos.com, Selasa, (27/5/2025).
“Presiden menitipkan generasi penerus bangsa melalui penandatanganan Perpres ini kepada lembaga pendidikan tinggi di bawah Kemenag,” ujar Juri.
Berikut daftar 11 PTKN yang berubah bentuk:
•UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon
•UIN Syekh Wasil Kediri
•UIN Sunan Kudus
•UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
•UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
•UIN Madura
•UIN Jurai Siwo Lampung
•UIN Palangka Raya
•UIN Palopo
•IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
•IAHN Mpu Kuturan
Sembilan dari nama tersebut merupakan transformasi dari IAIN menjadi UIN, dan empat di antaranya berasal dari Jawa Timur: Kediri, Ponorogo, Kudus (Jateng), dan Madura.
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa perubahan bentuk ini bukan sekadar administrasi, tetapi tuntutan untuk menjadi perguruan tinggi yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“Statusnya naik, maka seluruh civitas akademika rektor, dosen, mahasiswa harus mampu mempertahankan akhlakul karimah. Ini ciri khas PTKIN,” tegas Nasaruddin.
Lebih lanjut, ia mendorong PTKIN yang telah menjadi UIN agar mulai menekuni bidang-bidang ilmu eksakta dan teknologi, tanpa meninggalkan akar moral dan spiritual.
“Presiden sangat konsern dengan siapa yang akan menggerakkan republik ini ke depan dalam bidang pertanian, teknik, kedokteran, energi. Namun jangan lupa, semua itu butuh kekuatan moral. Di situlah posisi kita,” ujar Imam besar Masjid Istiqlal ini.
Transformasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong UIN agar menjadi pusat pendidikan unggulan yang tidak hanya berakar pada nilai-nilai agama, tetapi juga mampu bersaing di bidang digital, sains, dan teknologi. Kolaborasi antara keilmuan dan nilai spiritual menjadi kunci mencetak generasi unggul masa depan. (ivan)