Pendidikan Anggota DPRD Jatim Didominasi S1 dan S2, Sebelas Orang Pilih Tak Cantumkan Gelar

pemerintahan | 27 Januari 2026 18:21

Pendidikan Anggota DPRD Jatim Didominasi S1 dan S2, Sebelas Orang Pilih Tak Cantumkan Gelar
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Mohammad Ali Kuncoro. (dok rri)

SURABAYA, PustakaJC.co - Latar belakang pendidikan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024–2029 kembali menjadi sorotan publik. Keberagaman jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SMA, pendidikan kesetaraan, hingga strata dua, menimbulkan diskusi tentang relevansi gelar akademik terhadap kualitas kinerja wakil rakyat. Berikut petikan wawancara reporter PustakaJC.coIvan Febrianto dengan Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Ali Kuncoro, Selasa, 27 Januari, 2026.

 

Wartawan:

Bagaimana latar belakang pendidikan anggota DPRD Jawa Timur? Apakah juga beragam seperti di tingkat nasional?

 

Narasumber:

Berdasarkan data yang dihimpun di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, latar belakang pendidikan anggota DPRD periode 2024–2029 memang cukup beragam. Anggota dewan dengan pendidikan S1 dan S2 masih mendominasi. Namun, terdapat pula anggota yang berlatar belakang pendidikan SMA atau sederajat, serta anggota yang memilih tidak menyampaikan gelar akademiknya. Jumlahnya sekitar 9 persen atau sebanyak 11 orang.

 

Wartawan:

Terkait anggota dewan yang tidak mencantumkan riwayat pendidikan, bagaimana Bapak memandang fenomena ini?

 

Narasumber:

Fenomena tersebut dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Selain faktor administratif, dalam praktik politik perwakilan, sebagian anggota memilih tidak menonjolkan gelar akademik sebagai bentuk pendekatan kultural dengan konstituen. Langkah ini kerap dimaksudkan agar figur wakil rakyat terasa lebih membumi dan relevan dengan latar belakang pendidikan masyarakat yang diwakilinya, yang secara faktual memang beragam.