Prabowo, Khofifah, Emil Kompak Pilih Sapi Lokal Lamongan untuk Kurban di Masjid Al Akbar

pemerintahan | 04 Juni 2025 20:04

Prabowo, Khofifah, Emil Kompak Pilih Sapi Lokal Lamongan untuk Kurban di Masjid Al Akbar
Sapi kurban dari Presiden Prabowo memiliki berat 1.020 kilogram dengan tinggi badan 153 cm, panjang 170 cm, dan lingkar dada 219 cm (kiri), sapi kurban Khofifah juga seberat 960 kilogram dari peternak Gani, masih dari desa yang sama. Sapi milik Khofifah memiliki tinggi 151 cm, panjang 156 cm, dan lingkar dada 219 cm(kanan).

 SURABAYA, PustakaJC.co - Pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 H, Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak akan mengurbankan sapi untuk masyarakat Jatim. Ketiganya kompak memilih jenis Sapi Lokal Peranakan Ongole (PO).

Sapi kurban dari Presiden Prabowo memiliki berat 1.020 kilogram dengan tinggi badan 153 cm, panjang 170 cm, dan lingkar dada 219 cm. Sapi unggulan ini berasal dari peternak Teguh di Desa Takeran, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Gubernur Khofifah juga memilih Sapi PO seberat 960 kilogram dari peternak Gani, masih dari desa yang sama. Sapi milik Khofifah memiliki tinggi 151 cm, panjang 156 cm, dan lingkar dada 219 cm.

Sementara itu, sapi kurban Wakil Gubernur Emil Dardak berasal dari peternak Abdul di Desa Takeran. Sapi ini memiliki berat 900 kilogram, tinggi 151 cm, panjang 156 cm, dan lingkar dada 219 cm.

 

“Tahun ini perayaan Idul Adha jatuh pada tanggal 6 Juni. Meski saat ini sedang melaksanakan ibadah haji, Insya Allah ibadah kurban tetap dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan kurban satu ekor sapi di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya,” kata Khofifah, Rabu, (4/6/2025) dari Makkah.

Ia menyebut kurban ini diniatkan untuk kemaslahatan masyarakat Jawa Timur, terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. “Semoga Allah memberikan keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat Jatim,” tambahnya.

Sapi-sapi kurban ini akan disembelih pada 10–13 Dzulhijjah atau 6–9 Juni 2025 oleh panitia kurban Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

“Kesemua sapi yang akan dikurbankan tersebut untuk masyarakat Jatim. Sapi bantuan ini telah diperiksa oleh dokter hewan dan dinyatakan sehat serta sudah divaksin PMK dan LSD. Bismillah, semoga semua kurban baik dari Bapak Presiden, saya, Pak Wagub, dan masyarakat Jatim diterima Allah,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan bahwa Sapi Peranakan Ongole merupakan ras unggulan lokal yang telah lama menjadi pilihan peternak nasional. “Ras sapi Ongole jadi ras nomor satu di kalangan peternak. Makanya, Presiden pun juga melirik sapi unggulan jenis ini,” ungkapnya.

Terkait ketersediaan hewan kurban di Jatim, Khofifah memastikan bahwa stok mencukupi, aman, dan sehat. Jawa Timur, sebagai salah satu sentra peternakan nasional, memiliki potensi besar. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jatim, stok hewan kurban tahun 2025 meliputi 526.985 ekor sapi, 872.195 ekor kambing, 292.251 ekor domba, dan 1.730 ekor kerbau.

Sebagian besar hewan tersebut telah melewati pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan petugas teknis di lapangan untuk memastikan kelayakan kurban sesuai syariat Islam.

Hewan kurban juga telah mendapatkan vaksinasi PMK dan LSD. Dinas Peternakan Jatim bahkan menurunkan tim pemeriksa ke seluruh kabupaten/kota, melibatkan dokter hewan, paramedik veteriner, hingga organisasi profesi seperti PDHI, ISPI, dan PAVETI.

Pemeriksaan ini mencakup aspek kesehatan, kesejahteraan hewan (animal welfare), kebersihan kandang, kecukupan pakan dan air minum. Tahun ini, Jatim memiliki 198 pasar hewan dan 2.831 lapak penjualan ternak kurban.

Selain itu, disiapkan 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 94 pengawas bibit ternak, 58 pengawas mutu pakan, serta 3.254 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat yang akan membantu pemotongan di rumah potong hewan (RPH) dan lokasi penyembelihan lainnya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban dari lapak resmi yang telah mendapatkan tanda pemeriksaan dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan,” ujar Gubernur Jatim itu.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur mencukupi, sehat, harga stabil, dan semua unsur terkait terus memantau ketat distribusi dan kesehatannya. (ivan)