TULUNGAGUNG, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan langkah pemulihan destinasi pesisir selatan yang mengalami penurunan tajam jumlah kunjungan, termasuk Pantai Gemah di Tulungagung. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, kunjungan ke pantai ini menurun dari 375.756 orang pada 2023 menjadi 66.188 hingga pertengahan 2025.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim meluncurkan program Peningkatan Tata Kelola Destinasi Wisata, salah satunya melalui Gerakan Wisata Bersih yang melibatkan lintas OPD dan kelompok masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, menjelaskan bahwa penurunan kunjungan ke Pantai Gemah tak lepas dari dampak musiman dan lingkungan yang bersumber dari wilayah hulu.
“Pantai Gemah mengalami penurunan khusus di bulan Juni karena hujan tahunan yang menyebabkan Sungai Niyama mengalami peningkatan, khususnya dari kawasan sekitar Tulungagung yaitu Trenggalek, Ponorogo, dan sebagian Blitar,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Evy Afianasari saat diwawancarai oleh jurnalis PustakaJC.co, via WhatsApp. Minggu, (8/6/2025).
Menurut Evy, pembukaan pintu air untuk mencegah banjir justru membawa dampak lain bagi kawasan hilir.
“Sehingga mengharuskan pintu air dibuka agar tidak berdampak banjir di Kabupaten Tulungagung. Karena pintu air dibuka, otomatis sungai yang juga berisi sampah tersebut mengalir menuju muara. Pantai Gemah adalah muara dari Sungai Niyama yang otomatis terkena dampak aliran sampah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa penanganan persoalan ini memerlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak.
“Kondisi ini tentunya tidak hanya Disbudpar, tapi tanggung jawab semua elemen. Maka dari itu, sangatlah tepat bahwa Ibu Gubernur Jatim memerintah beberapa OPD terkait termasuk Disbudpar dan kerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat dan pemda terkait untuk melakukan kegiatan membersihkan Pantai Gemah,” tegas Evy.
Sejalan dengan itu, Evy menyebut Pantai Gemah masih memiliki potensi dan segmentasi pasar yang kuat.
“Segmen pengunjung Pantai Gemah rata-rata adalah untuk duduk bersantai menikmati pemandangan pantai dan laut. Dengan fasilitas yang lengkap dan tata kuliner yang baik, Pantai Gemah masih mampu bersaing dengan destinasi sekitarnya,” ungkap wanita yang pernah menjabat sekertaris Dinas perikanan dan kelautan ini.
Namun, Evy menegaskan bahwa semua upaya pemulihan ini tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh komitmen yang sungguh-sungguh dari semua pihak.
“Catatan saya hanya satu butuh komitmen yang kuat dan konsisten dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Gemah. Tanpa kerja sama yang nyata dan berkelanjutan, semua program dan upaya yang dijalankan bisa saja sia-sia,” pungkas Kadis Disbudpar Jatim itu. (ivan)