Harga Cabai dan Sayur Naik Tajam, Kota Malang Alami Inflasi 0,38 Persen pada Juni 2025

pemerintahan | 02 Juli 2025 15:39

Harga Cabai dan Sayur Naik Tajam, Kota Malang Alami Inflasi 0,38 Persen pada Juni 2025
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjarifudin. (dok surabayapagi)

MALANG, PustakaJC.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulan Juni 2025 sebesar 0,38 persen secara month to month. Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai rawit dan kacang panjang.

 

“Inflasi secara month to month di Kota Malang sebesar 0,38 persen. Pemicunya karena kenaikan harga untuk mayoritas komoditas pangan,” ujar Kepala BPS Kota Malang Umar Sjarifudin, dilansir dari surabayapagi.com, Rabu, (3/6/2025).

Berdasarkan data BPS, cabai rawit mengalami kenaikan harga sebesar 67,56 persen dan menyumbang inflasi 0,10 persen. Kacang panjang naik 67,95 persen dengan andil inflasi 0,05 persen. Sawi putih naik 41,43 persen (andil 0,02 persen), sedangkan tomat naik 19,88 persen (andil 0,02 persen).

Bawang merah naik 8,91 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen. Telur ayam ras naik 3,48 persen, beras naik 0,78 persen, dan masing-masing menyumbang 0,03 persen terhadap inflasi. Daging ayam ras naik 1,53 persen dan ayam goreng naik 2,98 persen, masing-masing dengan andil 0,02 persen.

Inflasi Kota Malang pada Juni 2025 sebesar 0,38 persen tercatat lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,43 persen, namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,19 persen.

Dengan capaian tersebut, inflasi tahun kalender (Juni 2025 terhadap Desember 2024) di Kota Malang tercatat sebesar 1,32 persen. Sementara inflasi secara tahunan (Juni 2025 terhadap Juni 2024) berada di angka 2,11 persen.

Menurut Umar, kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang masa transisi musim dan hari-hari besar nasional.

“Kami terus memantau komoditas utama penyumbang inflasi agar menjadi dasar kebijakan daerah dalam pengendalian harga,” pungkasnya.  (ivan)