“Penggunaan SAL sebesar Rp85,6 triliun adalah langkah realistis dan perlu, mengingat outlook defisit meningkat,” ujarnya dalam rapat di Kompleks Parlemen.
Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa pelebaran defisit terjadi akibat potensi shortfall penerimaan negara. Dari target pendapatan sebesar Rp3.005,1 triliun, outlook saat ini diperkirakan hanya Rp2.865,5 triliun atau sekitar 95,4 persen.
“Outlook defisit melebar menjadi Rp662 triliun atau 2,78 persen dari PDB, dari target awal Rp616,2 triliun atau 2,53 persen. Kita harus siapkan opsi pembiayaan yang paling efisien,” tegas Sri Mulyani.