Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp10 Miliar, Petani Siap Panen Harapan Baru

pemerintahan | 09 Juli 2025 05:11

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp10 Miliar, Petani Siap Panen Harapan Baru
Salah satu bendungan air yang akan dilakukan pembangunan oleh DPUPR Kabupaten Mojokerto. (dok jatimpos)

MOJOKERTO, PustakaJC.co — Sektor pertanian Mojokerto kembali mendapat suntikan energi. Pemkab Mojokerto mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur pengairan demi mendukung ribuan hektare lahan pertanian.

 

Lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), total sembilan proyek strategis direalisasikan tahun ini, mulai dari rehabilitasi bendung hingga peningkatan jaringan irigasi di sejumlah kecamatan. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (9/7/2025).

 

“Progresnya terus berjalan. Enam paket sudah kontrak, sisanya menyusul. Semua proyek ini diarahkan untuk mendukung area pertanian seluas lebih dari seribu hektare,” ungkap Rois Arif Budiman, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, saat ditemui Selasa, (8/7/2025).

 Rincian 9 Proyek Infrastruktur Pertanian:

 

1.       Rehabilitasi Pintu Air Bendung Patung – Rp417 juta

 

 

2.     Rehabilitasi Pintu Air Bendung Sukoanyar – Rp582 juta

 

 

3.     Rehabilitasi Bendung Karangsari – Rp359 juta

 

 

4.     Peningkatan Bendung D.I. Sampang – Rp306 juta

 

 

5.     Peningkatan Bendung Wonokerto (PPS) – Rp4,1 miliar

 

 

6.     Rehabilitasi Jaringan Irigasi Jembul – Rp629 juta

 

 

7.     Rehabilitasi Irigasi Pehngaron – Rp390 juta

 

 

8.     Peningkatan Irigasi Karangasem II – Rp293 juta

 

 

9.     Peningkatan Irigasi Mojosongo Atas – Rp507 juta

 

 

 

Menurut Rois, perbaikan pengairan bukan hanya urusan teknis semata, tapi juga fondasi utama ketahanan pangan daerah.

“Pemeliharaan dan pembangunan irigasi ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan daerah. Jika pengairan lancar, produktivitas petani pun naik,” tegas Rois.

 

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Mojokerto dalam memperkuat sektor hulu pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, petani tak hanya dipastikan lebih produktif, tapi juga berdaya saing tinggi. (ivan)