JAKARTA, PustakaJC.co — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan pentingnya menghidupkan kembali kesakralan masjid yang belakangan ini dinilainya mulai luntur. Dalam Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) 2025 yang digelar di Jakarta pada Selasa, (8/7/2025), Menag menegaskan bahwa masjid bukan hanya bangunan tempat beribadah, tetapi simbol ruang ilahiah yang sakral dan mulia.
“Attachment kita dengan Tuhan, kemelekatan diri kita dengan Tuhan itu gak ada lagi. Saya kira inilah salah satu tantangan Kementerian Agama dan kita semuanya di masa depan,” ujar Nasaruddin di hadapan peserta sarasehan. Dilansir dari kemenag.go.id, Rabu, (8/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa tanda kesakralan masjid tercermin dari cara umat memperlakukan ruang ibadah tersebut. Penggunaan pakaian bersih dan sopan, tidak membawa najis, serta menjauhkan kegiatan transaksi dari ruang utama masjid adalah bentuk nyata penghormatan terhadap tempat suci.
“Di masjid itu kita harus pakai pakaian bersih, tidak bernajis. Harus sopan, menutup aurat. Itu artinya pensakralan terhadap masjid,” tegasnya.