Peluncuran 80 Ribu Koperasi Desa Perlu Rencana Jelas dan Pembinaan Nyata

pemerintahan | 13 Juli 2025 16:44

Peluncuran 80 Ribu Koperasi Desa Perlu Rencana Jelas dan Pembinaan Nyata
Ilustrasi koperasi. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah akan meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih pada 19 Juli 2025. Program ini digagas melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai strategi memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Namun, para pengamat mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang dan pembinaan berkelanjutan agar tidak berakhir sebagai proyek seremonial.

Pengamat Ekonomi dari IPB University, Jaenal Effendi menekankan tiga hal mendasar agar koperasi benar-benar berdampak pada masyarakat. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (13/7/2025).

 

“Ketika warga memiliki modal sosial yang kuat, mereka dapat membangun ekonomi daerah secara gotong royong dari mereka oleh mereka dan untuk mereka,” ujar Pengamat Ekonomi dari IPB University, Jaenal Effendi.

Menurutnya, koperasi yang sukses selalu memiliki peta jalan yang terukur dan strategi bertahap yang jelas. Tujuannya agar bisa meningkatkan kesejahteraan anggota dan lingkungan sekitarnya.

“Koperasi Merah Putih harus inklusif dan menyasar kelompok paling membutuhkan. Termasuk memiliki performa keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Jaenal.

Ia menegaskan bahwa tanpa strategi yang jelas dan dukungan nyata dari semua pihak, pembentukan 80 ribu koperasi ini hanya akan menjadi angka tanpa dampak.

“Kalau tidak ada perencanaan matang, maka program ini tidak akan memberi nilai tambah apa-apa untuk Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pengamat isu perdesaan dari Universitas Gadjah Mada, Sunaji Zamroni juga mengingatkan pentingnya peran aktif pemerintah pusat dan daerah. Bagi dia, peluncuran program bukanlah akhir melainkan awal dari proses panjang pemberdayaan ekonomi desa.

“Pemerintah jangan Cuma berhenti saat launching. Harus ikut membina dan mengawasi agar koperasi tumbuh kuat dan bermanfaat,” tukas Pengamat Ekonomi dari IPB University itu.

Program Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia lokal.

Program 80 ribu koperasi adalah langkah ambisius yang penuh harapan. Tapi tanpa strategi, pembinaan, dan keberpihakan pada masyarakat bawah, potensi besar itu bisa gagal memberi dampak nyata. Saatnya bergerak lebih dari sekadar seremoni. Bangun koperasi yang hidup, mandiri, dan benar-benar menyentuh akar rumput. (ivan)