Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, menyampaikan bahwa tantangan birokrasi modern tidak bisa dihadapi dengan pendekatan sektoral semata. Ia menegaskan pentingnya peran aktif semua OPD, termasuk Sekda kabupaten/kota, dalam membina dan mengembangkan SDM-nya masing-masing.
“Pengembangan SDM bukan hanya menjadi tugas BPSDM, BKD atau instansi penyelenggara pelatihan semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur,” ujar Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto.
Menurutnya, komitmen yang dibangun lewat penandatanganan komitmen bersama para Kepala OPD dan Sekda se Jatim tersebut mencerminkan semangat baru dalam reformasi pengembangan kompetensi birokrasi berbasis sinergi dan kolaborasi.
“Melalui komitmen bersama sebagai rangkaian dari kegiatan LUF ini, BPSDM Jatim berharap dapat memperkuat budaya kepemimpinan yang kolaboratif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan zaman yang kian akseleratif,” imbuhnya.
Dalam forum itu, BPSDM Jatim juga memperkenalkan pendekatan pemetaan talenta ASN berbasis digital melalui sistem AI TalentDNA, bekerjasama dengan ESQ Corp, yakni metode pemetaan kompetensi dan potensi ASN untuk memastikan pengembangan kompetensi dan penempatan yang tepat sasaran dan akurat.