Pemprov Jatim Matangkan Strategi Pembiayaan Hadapi Tekanan Fiskal 2026

pemerintahan | 16 Januari 2026 07:34

Pemprov Jatim Matangkan Strategi Pembiayaan Hadapi Tekanan Fiskal 2026
Suasana kegiatan Jatim Retreat 2026 bertema Creative Financing & Value for Money di BPSDM Provinsi Jawa Timur. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan strategi pembiayaan daerah menyusul tekanan fiskal yang diproyeksikan meningkat pada 2026 akibat perubahan kebijakan pemerintah pusat. Langkah tersebut dibarengi evaluasi kinerja anggaran tahun 2025.

 

Evaluasi dan perumusan strategi itu dilakukan dalam kegiatan Jatim Retreat 2026 bertema Creative Financing & Value for Money yang digelar di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis, (15/1/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran BUMD, serta dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (16/1/2026).

 

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengatakan, secara umum kinerja anggaran Pemprov Jatim pada 2025 menunjukkan capaian positif. Realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai 104 persen, sementara realisasi belanja berada di angka 92,6 persen.

 

“Di awal tahun ini kita melakukan review terhadap apa yang sudah kita lakukan. Dari sisi pelaksanaan program dan anggaran 2025, kinerjanya cukup baik,” ujar Adhy.