100 Bibit Buah Ditanam di Gunung Lorokan, Wartawan dan BPBD Jatim Kolaborasi Hijaukan Lereng Tahura

pemerintahan | 31 Juli 2025 05:25

100 Bibit Buah Ditanam di Gunung Lorokan, Wartawan dan BPBD Jatim Kolaborasi Hijaukan Lereng Tahura
BPBD Jatim bersama para jurnalis saat menanam 100 bibit pohon buah di lereng Gunung Lorokan, Kabupaten Mojokerto. (dok jatimpos)

BATU, PustakaJC.co – Sebuah langkah kecil tapi berdampak besar dilakukan di lereng Gunung Lorokan, Rabu, (30/7/2025). Puluhan jurnalis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menanam 100 bibit pohon buah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan mitigasi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo ini merupakan bagian dari sinergi BPBD dengan Pokja Wartawan Grahadi dan Pokja Wartawan Indrapura. Bibit yang ditanam terdiri dari kelengkeng, jambu, dan nangka—dipilih karena mampu menjaga ekosistem sekaligus bernilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Dilansir dari jatimpos.co, Kamis, (31/7/2025).

“Kita punya slogan Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. Hari ini kami bersama teman-teman wartawan mengaktualisasikan itu dengan aksi tanam pohon,” ujar Dadang Iqwandy, Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim.

Tak hanya simbolik, Dadang menegaskan penanaman pohon ini sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan untuk konservasi hutan dan pengurangan risiko bencana.

“Kami harap ini menjadi kegiatan rutin, agar alam kita tetap terjaga dan masyarakat makin sadar akan pentingnya pelestarian,” tambahnya.

Sebelum penanaman, seluruh peserta melakukan pendakian ke puncak Gunung Lorokan, menunjukkan semangat gotong royong antara unsur media dan pemerintah daerah.

Ketua Pokja Wartawan Grahadi, Fatimatuz Zahroh, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Luar biasa, teman-teman jurnalis mendaki sambil menanam 100 pohon. Kami ingin kegiatan ini berlanjut, bahkan menargetkan penanaman 1.000 pohon ke depan,” ungkapnya.

Fatimatuz menilai, inisiatif ini menunjukkan bahwa jurnalis bukan hanya peliput bencana, tapi juga bagian dari solusi.

“Kemarin dilatih jadi jurnalis tangguh bencana, sekarang diajak untuk cinta lingkungan. Ini sangat positif,” tegas Ketua Pokja Wartawan Grahadi itu.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi produktif antara instansi pemerintah, komunitas media, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun budaya sadar bencana sejak dini. (ivan)