Tak hanya dramatari, acara juga diramaikan oleh penampilan seni Ketiplung, workshop alat musik tradisional, Ritual Gegeni, serta tari Clipang. Pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Sukapura turut serta dalam pertunjukan ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Drs. Dwijoko Nurjayadi, MM, menyebut Festival Gegeni sebagai panggung pembelajaran hidup.
“Ini bukan sekadar tontonan, tapi pendidikan karakter berbasis budaya. Anak-anak belajar menghargai warisan leluhur mereka, sekaligus melatih kreativitas dan kolaborasi,” ujarnya.