Meski demikian, perempuan 24 tahun itu berharap para Polisi Cepek dibekali keterampilan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Kadang ada polisi cepek yang asal nyetop kendaraan, tanpa tahu arah jelas. Bahkan sering lebih mengutamakan mobil yang kasih uang. Saya setuju kalau mereka dilatih,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan Agustin Ardiani, warga Banyuurip, Kecamatan Sawahan. Ia menilai Polisi Cepek cukup membantu saat putar balik di jalan besar yang padat kendaraan.
“Sebenarnya merasa terbantu (dengan adanya Polisi Cepek). Saya kalau berangkat kerja, terus putar balik di jalan-jalan besar yang ramai lalu lalang kendaraan, itu merasa terbantu,” ujarnya.