Namun, Agustin juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika diarahkan salah saat hendak putar balik bersama keluarganya.
“Jadi sebenarnya itu putar baliknya luas, Cuma dia (Polisi Cepek) ngarahinnya terlalu lebar ke kiri, jadi malah bingung sendiri. Padahal sisi kanan itu kosong,” ungkapnya.
Agustin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap memberi ruang bagi keberadaan Polisi Cepek, tetapi dengan pendekatan pembinaan.
“Kalau bisa mereka tetap ada, tapi dibekali ilmu mengatur lalu lintas. Jadi benar-benar membantu, bukan membahayakan,” tandasnya.