JAKARTA, PustakaJC.co - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih dengan fokus pada tiga isu strategis: ketahanan pangan, program koperasi desa, dan percepatan proyek waste to energy.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa Presiden menyoroti proses administrasi proyek energi berbasis sampah agar dipangkas dari enam bulan menjadi tiga bulan. Hal ini penting agar target penyelesaian proyek dalam 18 bulan dapat tercapai. Dilansir dari setkab.go.id, Selasa, (26/8/2025).
“Presiden menegur kami, jangan enam bulan administrasi, tiga bulan kalau bisa. Sehingga 18 bulan bisa selesai, kita usahakan,” kata Zulhas.
Selain itu, Zulhas juga memaparkan perkembangan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Dari target 1,3 juta ton, distribusi baru mencapai rata-rata 6 ribu ton per hari. Angka ini masih jauh dari target 30 ribu ton per hari.
“Target kita 30 ribu ton satu hari. Sehingga dalam tempo 1-2 bulan bisa selesai. Pasar akan dibanjiri SPHP, dan jika harga naik otomatis akan bisa diatasi,” ujarnya.
Terkait bantuan pangan, pemerintah sudah menyalurkan sebanyak 360 ribu ton. Program koperasi desa pun tengah menunggu turunan peraturan dari Kementerian Keuangan agar bisa segera diimplementasikan.
Senada dengan Zulhas, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa harga beras mulai berangsur turun. Pemerintah juga menyiapkan stok 1,3 juta ton beras untuk operasi pasar yang akan berlanjut hingga Desember mendatang.
“Beras yang kita siapkan SPHP adalah sebanyak 1,3 juta ton sampai Desember. Kita target insyaallah ke depan harga beras berangsur-angsur turun,” kata Mentan.
Rapat terbatas ini menegaskan komitmen pemerintah untuk bergerak cepat dalam menghadapi tantangan pangan dan energi. Dengan percepatan administrasi proyek, distribusi pangan yang lebih merata, serta dukungan koperasi desa, Presiden Prabowo berharap langkah strategis ini mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meringankan beban rakyat. (ivan)