Buruh dan Pemerintah Satu Meja, Janji RUU Jadi Prioritas

pemerintahan | 02 September 2025 05:40

Buruh dan Pemerintah Satu Meja, Janji RUU Jadi Prioritas
Para Bos Buruh usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana. (dok detik)

JAKARTA, PustakaJC.co – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan intens dengan para pemimpin serikat buruh nasional Senin malam, (1/9/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan lima jam ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi buruh melalui pembahasan RUU strategis.

 

 

Pertemuan dihadiri Andi Gani Nena Wea (Presiden KSPSI), Said Iqbal (Presiden KSPI), Elly Rosita Silaban (Presiden KSBSI), serta Ketua DPR Puan Maharani. Dilansir dari detik.com, Selasa, (2/9/2025).

 

Andi Gani menekankan dukungan buruh terhadap demonstrasi damai, sekaligus menolak aksi perusuh. 

 

“Kami mendukung demonstrasi yang damai. Tetapi kami tegaskan menentang perusuh yang mencoba mengganggu stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

 

 

Said Iqbal menambahkan, demonstrasi adalah salah satu cara kelompok bawah seperti buruh, petani, nelayan, mahasiswa, dan masyarakat kecil menyampaikan aspirasi ketika lembaga formal lambat merespons. Ia menegaskan, 

 

 

“Demonstrasi ini harus konstruktif, konstitusional, anti kekerasan, dan tidak boleh anarkis. Bapak Presiden setuju pada hal itu,” tambah said.

 

 

Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti beberapa rancangan undang-undang yang menjadi fokus buruh. Andi Gani menyatakan, 

 

“Presiden berjanji ruang demokrasi tetap terjaga. RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan akan segera dibahas oleh partai-partai terkait.” Ketua DPR Puan Maharani juga memastikan dukungannya untuk percepatan pembahasan kedua RUU tersebut.

 

Pertemuan konstruktif ini menunjukkan sinergi positif antara pemerintah dan buruh. Komitmen bersama untuk mendengar aspirasi rakyat dan menjaga stabilitas politik serta ekonomi menjadi langkah strategis bagi kemajuan nasional. (ivan)