SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Limbah rumah tangga kini bukan sekadar sampah, tapi menjadi peluang ekonomi berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan industri.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Nurkholis, menegaskan,
“Ekonomi sirkular bukan hanya soal kebersihan. Ini tentang menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan dari rumah tangga hingga industri besar,” ujarnya. Dikutip dari jawapos.com, Selasa, (2/9/2025).
Beberapa langkah konkret telah dijalankan, antara lain 5.170 unit bank sampah, 1.126 desa/kelurahan melalui program Desa Berseri, dan 223 unit TPS 3R. Sampah organik sebanyak 60,94% diolah menjadi kompos, sementara 38,06% sampah an-organik dikelola melalui prinsip reduce, reuse, recycle.