Pemkot Surabaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat BLT DBHCHT 2025

pemerintahan | 16 September 2025 19:48

Pemkot Surabaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat BLT DBHCHT 2025
Pemkot Surabaya Salurkan BLT DBHCHT 2025 untuk 8.767 Penerima. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 kepada 8.767 penerima. Penyaluran berlangsung di PT HM Sampoerna Tbk Plant Rungkut 2, Selasa, (16/9/2025).

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berhalangan hadir, sehingga diwakili Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajrihatin. Anna menyampaikan pesan Wali Kota untuk menyapa penerima bantuan dan berharap bisa hadir pada kesempatan berikutnya. Dilansir dari surabayapagi.com, Selasa, (16/9/2025).

 

“Pak Wali Kota menyampaikan salam kangen kepada ibu-ibu semua. Insya Allah sewaktu-waktu beliau berharap bisa hadir untuk menyapa kita,” ujar Anna. 

 

 

Ia juga berharap nominal BLT dapat meningkat di tahun mendatang dan menekankan peran cukai rokok dalam mendukung bantuan sosial.

 

Bantuan DBHCHT 2025 tidak hanya berupa BLT, tetapi juga mencakup peralatan usaha bagi buruh pabrik rokok yang mendekati masa pensiun. 

 

“Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya BLT, mulai tahun kemarin kita juga memberikan peralatan usaha,” tambah Anna.

 

 

 

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menegaskan program ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 dan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 85 Tahun 2023. Program ini ditujukan untuk buruh pabrik rokok serta keluarga miskin dan rentan miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial lain di tahun anggaran yang sama.

 

Dari total 8.767 penerima, 3.729 orang merupakan buruh pabrik rokok, sedangkan 5.038 orang lainnya keluarga miskin dan rentan miskin. Setiap penerima menerima BLT sebesar Rp1.400.000 yang disalurkan dalam dua tahap: Rp600.000 pada tahap pertama dan Rp800.000 pada tahap kedua di bulan Desember 2025.

 

Selain BLT, Pemkot juga menyalurkan peralatan usaha bagi 680 penerima. Bantuan ini mendukung masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi, mencakup usaha laundry, kuliner, tata rias, menjahit, minuman/jus, cake/bakery, dan usaha lainnya.

 

 

Mia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk keberhasilan program. Ia juga mengingatkan penerima agar memanfaatkan BLT dan peralatan usaha secara bijak.

 

“Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan prioritas, dan bagi yang menerima peralatan usaha, jadikan sebagai langkah awal membangun usaha mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Mia. (ivan)