SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur menegaskan posisi sebagai provinsi terdepan dalam pengembangan Sekolah Rakyat di Indonesia. Program ini hadir untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di wilayahnya.
“Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan keluarga kurang mampu. Kami memastikan program ini tepat sasaran dan bermanfaat, tanpa mengganggu murid sekolah formal lainnya,” ujar Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, saat di wawancarai Jurnalis PustakaJC.co, Rabu, (17/9/2025).
Novi menjelaskan, Dinsos Jatim mendorong kabupaten/kota yang belum mengusulkan lokasi Sekolah Rakyat untuk segera menyiapkan gedung sementara atau lahan permanen.
Sementara daerah yang sudah mengusulkan, koordinasi dilakukan dengan dinas sosial kabupaten/kota serta pendamping PKH agar penerima manfaat benar-benar masyarakat kurang mampu dan anak-anak yang sulit mengakses pendidikan.
“Dukungan dari Dinsos Provinsi mencakup Layanan Dukungan Psikososial (LDP), penguatan pengasuhan wali asuh dan wali asrama, pembinaan anak asuh di panti, serta bantuan sarana dan prasarana dasar berupa family kit. Meski bantuan pusat terkadang terlambat, kami berusaha memastikan anak-anak tetap mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan saat launching Sekolah Rakyat,” pungkas Novi.
Menambahkan data terbaru, Sekretaris Dinsos Jatim, Yusmanu, menuturkan,
“Saat ini Sekolah Rakyat di Jawa Timur berjalan di 26 titik dengan total 2.450 murid, terdiri dari 15 rombel SD, 35 rombel SMP, dan 48 rombel SMA. Program ini didukung 26 kepala sekolah, 415 guru, 76 wali asuh, 13 wali asrama, 14 tata usaha, 18 bendahara, 19 operator, 34 satpam, 21 cleaning service, dan 19 juru masak,” tutur Yusmanu.
Dengan capaian ini, Jawa Timur semakin mengukuhkan diri sebagai provinsi percontohan dalam pendidikan inklusif. Pemprov Jatim berkomitmen penuh mendukung Sekolah Rakyat agar anak-anak kurang mampu mendapatkan hak pendidikan yang layak, dan program ini dapat menjadi tonggak tercapainya generasi emas Indonesia. (ivan)