Dalam sepekan terakhir, laporan keracunan muncul di Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kota Batu, dan Jember. Jumlah terdampak bervariasi—dari enam hingga 16 siswa—namun sebagian besar sudah pulih setelah perawatan. Penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium dan investigasi dinas terkait.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pengawasan MBG dilakukan secara satu pintu melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saat ini ada sekitar 920 dapur yang sudah beroperasi, sementara 2.100 lainnya dipantau progresnya. Jika lambat, bisa dilakukan roll back,” ujarnya.