Menurut Imam, meski arus digitalisasi semakin kuat, minat baca masyarakat Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Jatim tahun 2024 mencapai 77,15, naik dari 69,78 pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Jatim di posisi tiga besar nasional setelah DI Yogyakarta dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Capaian ini menunjukkan seluruh elemen di Jawa Timur berperan aktif membangun budaya literasi yang kuat. Ini menjadi modal penting menuju Jatim yang progresif,” tambahnya.
Imam juga menyoroti keterbatasan buku di Indonesia. Berdasarkan data IFLA, idealnya setiap orang mengakses dua koleksi buku per tahun, namun di Indonesia satu koleksi buku harus dibagi untuk sekitar tujuh orang.
“Perpustakaan kini harus menjadi ruang kreatif, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat membaca,” tegasnya.