Ia menambahkan, Disperpusip Jatim menghadirkan 20 booth pameran dari berbagai lembaga, komunitas, dan penerbit nasional. Di antaranya IFI, Wisma Jerman, Komunitas Seni Budaya Brangwetan, Geopark Ijen, Rotary Surabaya, serta penerbit besar seperti Mizan, Gramedia, dan Diva Press.
Selain pameran, acara juga diisi dengan dongeng kolaboratif, pemutaran film budaya Panji, talkshow arsip bersama P3GI dan Geopark Ijen, hingga lomba Read Aloud berbahasa Jepang.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim Imam Hidayat saat membuka acara mengatakan, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas akses literasi di masyarakat.
“Tingkat penetrasi internet di Jatim mencapai 82,19 persen. Angka ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat budaya baca dan literasi digital,” ujarnya.