DPRD Surabaya Tekankan BUMD Tak Hanya Kejar Laba, tapi Utamakan Layanan Publik

pemerintahan | 20 Oktober 2025 20:41

DPRD Surabaya Tekankan BUMD Tak Hanya Kejar Laba, tapi Utamakan Layanan Publik
Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M.Faridz Afif. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pimpinan BUMD dan perwakilan OPD membahas Raperda APBD 2026, Senin, (20/10/2025). Rapat dipimpin Ketua Komisi B, M. Faridz Afif, dan menyoroti kinerja PDAM Surya Sembada, PD Pasar Surya, serta PT Yekape dari sisi pelayanan publik dan kontribusi terhadap PAD.

 

Anggota Komisi B Baktiono menyoroti masalah perumahan dan hunian vertikal yang masih belum merata. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (20/10/2025).

 

“Yang antre ada 13 ribu warga, belum termasuk yang tidak antre. Pemerintah dan PT Yekape harus lebih serius dan adil dalam penyediaan rusun,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Budi Leksono menilai banyak aset pasar yang belum dimanfaatkan optimal oleh PD Pasar Surya.

 

“Kalau pasar dianggap pusat bisnis, pengelolaannya harus profesional. Aset mangkrak harus dimanfaatkan dan kerja sama dengan pihak ketiga wajib transparan,” tegasnya.

 

Wakil Ketua Komisi B, Mochammad Machmud, juga menyoroti sejumlah pasar di wilayah barat Surabaya yang dinilai “mati suri”.

 

“Ada pasar ditutup seng tapi statusnya tak jelas. Harus ada kepastian hukum agar bisa hidup kembali dan bermanfaat bagi pedagang,” katanya.

 

 

 

Dari pihak BUMD, Dirut PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Wicaksono, menyampaikan pihaknya fokus meningkatkan keandalan pasokan air.

 

 

“Beban operasional naik tiap tahun, terutama listrik dan perawatan. Tapi kami lebih fokus pada keandalan suplai. Proyek IPAL 4 Karangpilang sudah 80 persen dan ditarget beroperasi November,”jelasnya.

 

Dirut PD Pasar Surya, Agus Priyo, menambahkan pihaknya terus menyeimbangkan antara pelayanan dan profit.

 

 

“Beban terbesar ada di SDM karena penyesuaian UMK, tapi pelayanan tetap kami tingkatkan agar pedagang nyaman,” ujarnya. Ia juga menyebut investor mulai melirik pasar Blauran, Tunjungan, dan Rungkut.

 

 

 

Sementara perwakilan PT Yekape, Catur, menjelaskan dua tower hunian tengah dikembangkan di kawasan Wonosakti, Surabaya Timur, dengan harga Rp285–300 juta per unit.

 

 

“Segmen kami menengah ke atas, tapi tetap koordinasi dengan pemkot untuk pengembangan lahan potensial,” katanya.

 

Menutup rapat, Faridz Afif menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkot dan BUMD dalam menjaga pelayanan publik dan stabilitas PAD.

 

 

“PDAM menarget laba Rp238 miliar dengan dividen Rp131 miliar, PT Yekape laba Rp30 miliar dengan dividen Rp18 miliar, dan PD Pasar Surya laba Rp4 miliar dengan dividen Rp2 miliar. Semua BUMD harus efisien dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan semata profit,” pungkasnya. (ivan)