SURABAYA, PustakaJC.co - Legislatif meminta Pemprov Jawa Timur segera mengeksekusi program pembangunan sebagaimana diingatkan Menteri Keuangan RI dalam Rapat TPIP dan TPID beberapa waktu lalu.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Hartono, menanggapi pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang menyoroti lambatnya realisasi belanja APBD hingga triwulan ketiga 2025. Padahal, pemerintah pusat telah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat dan lengkap. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (23/10/2025).
Dalam rapat TPIP dan TPID, Menteri Purbaya menyebut pelambatan realisasi belanja daerah memicu penambahan simpanan anggaran di bank hingga mencapai Rp234 triliun. Dari data tersebut, Jawa Timur tercatat memiliki simpanan Rp6,8 triliun, tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.
“Saya melihat pernyataan Pak Menkeu bukan berita yang abal-abal, ya. Apalagi akhir-akhir ini kita disibukkan dengan ramainya protes dari gubernur terkait penurunan dana transfer ke daerah (TKD),” ujar Hartono, Rabu, (22/10/2025).
Hartono yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim menyebut pernyataan tersebut harus menjadi alarm penting bagi Pemprov Jatim.
“Apalagi Jawa Timur disebut posisi tertinggi kedua. Meskipun saya belum konfirmasi ke OPD, setidaknya ini jadi peringatan agar pemprov tidak terlalu nyaman dengan alasan kehati-hatian,” tegasnya.
Hartono menekankan agar Pemprov segera merealisasikan program yang telah disusun, karena masyarakat menunggu hasil nyata dari kebijakan tersebut.
“Kalau memang betul ada angka sebesar itu terparkir di bank, maka Pemprov Jatim harus segera merealisasikan program-programnya. Sekarang ini penyerapan anggaran di tingkat OPD juga belum optimal,” tambahnya.
Menurutnya, pernyataan Menkeu harus dijadikan dorongan agar Pemprov mempercepat serapan anggaran melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat serta kabupaten/kota.
“Kehati-hatian memang penting, tapi dalam situasi saat ini, keberanian dalam eksekusi kebijakan jauh lebih dibutuhkan karena masyarakat menunggu adanya pergerakan ekonomi,” tandasnya.
Hartono menutup dengan penegasan agar Pemprov Jatim segera mempercepat realisasi anggaran, mengingat tahun anggaran segera berakhir.
“Kita sudah menyusun anggaran dengan matang. Apalagi ini sudah mendekati akhir tahun, maka sesegera mungkin penyerapan anggarannya harus dilakukan,” pungkasnya. (Ivan)