JAKARTA, PustakaJC.co - Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui percepatan realisasi belanja negara pada akhir 2025, termasuk program prioritas nasional untuk mendukung target pembangunan sektor sosial dan infrastruktur dasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (28/11/2025).
Menurut Airlangga, realisasi belanja kementerian/lembaga saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen, dan ditargetkan bisa tembus 95 persen pada akhir 2025. Akselerasi juga dilakukan untuk program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, dan listrik perdesaan.
“Sampai hari ini, kementerian/lembaga besar sudah sekitar 70 persen dan diharapkan pada akhir tahun bisa mencapai 95 persen,” ujar Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rangkaian stimulus akhir tahun berupa diskon transportasi publik menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, meliputi transportasi darat, laut, dan udara.
Airlangga merinci skema diskon tersebut, yakni:
• Diskon tarif jalan tol 10–20 persen
• Diskon tiket kereta api hingga 30 persen (22 Desember–10 Januari, kuota 1,5 juta penumpang)
• Diskon tarif angkutan laut 20 persen (17 Desember–10 Januari, target 405 ribu penumpang)
• Diskon tiket pesawat hingga 14 persen (22 Desember–10 Januari, kuota 3,5 juta penumpang)
Ia berharap rangkaian stimulus itu dapat mendorong konsumsi masyarakat pada awal 2026.
Lebih lanjut, Menko Perekonomian juga menyebut target perputaran uang dari beberapa agenda belanja nasional. Awal 2026, perputaran uang diproyeksikan mencapai Rp116 triliun, antara lain bersumber dari Hari Belanja Nasional (10–16 Desember 2025) dan epic sale minimarket (1–31 Desember 2025). (ivan)