Bahtiar menambahkan, secara politik DPRD sudah memberikan persetujuan penuh terhadap skema pembiayaan alternatif itu. Proyek prioritas seperti penanganan banjir, pelebaran jalan, hingga pembangunan infrastruktur tetap dilelang terlebih dahulu, sementara pinjaman berfungsi sebagai penutup biaya.
Selain pinjaman 2025, Pemkot juga menyiapkan pembiayaan alternatif 2026 sebesar Rp1,5 triliun melalui Bank Jatim dan PT SMI. Administrasi sudah lengkap, perda telah disahkan, dan kini menunggu evaluasi gubernur sebelum diajukan ke kementerian terkait.
Total pinjaman 2025 berdasarkan dokumen perencanaan Pemkot mencapai Rp452 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk proyek strategis, antara lain:
• Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) trase Raya Sememi–Simpang Romokalisari — Rp42 miliar
• Pembebasan lahan & pelebaran Jalan Wiyung — Rp130,04 miliar
• Diversi saluran Gunungsari (Taman Cahaya – Jembatan Raci) — Rp50,18 miliar
• Pemasangan PJU — Rp50,29 miliar
• Penanganan genangan — Rp179,47 miliar
• Proyek lanjutan: Jalan Dharmahusada–MERR & Flyover Dolog