SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi mendeklarasikan Arah Indonesia Digital, sebagai pijakan utama transformasi digital nasional lima tahun ke depan. Deklarasi ini digelar di Jakarta, Rabu (10/12/2025), dan dihadiri jajaran menteri, pemerintah daerah, industri telekomunikasi, akademisi, serta komunitas.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan percepatan transformasi digital membutuhkan kebijakan terpadu dan infrastruktur merata. dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (11/12/2025).
“Ini kerja bersama, tidak hanya pemerintah, tapi seluruh elemen bangsa,” ujar Meutya.
Arah Indonesia Digital berfokus pada tiga pilar:
1. Terhubung – Konektivitas digital inklusif dan terjangkau, termasuk lelang frekuensi 1,4 GHz untuk “internet murah” mulai 2026.
2. Tumbuh – Ekosistem digital yang memberdayakan, penguatan pemerintah digital, UMKM naik kelas, dan pengembangan talenta melalui Innovation Hub seperti Garuda Spark di Jakarta, Bandung, dan Medan.
3. Terjaga – Perlindungan ruang digital dari kejahatan daring, kebocoran data, serta aturan ruang digital ramah anak yang berlaku penuh pada Maret 2026.
Menteri Meutya menyebut masih ada sekitar 2.500 desa yang belum terhubung jaringan memadai, dan pemerintah menargetkan seluruh desa terkoneksi pada 2026. Ia juga menyinggung peningkatan Indeks Transformasi Digital Nasional dari 52,95 (2023) menjadi 54,29 (2024), menunjukkan fondasi digital semakin kuat meski pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan.
Sekjen Kemkomdigi, Ismail, menambahkan bahwa deklarasi ini sekaligus peluncuran Rencana Strategis (Renstra) Kemkomdigi 2025–2029.
“Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol komitmen memasuki era pembangunan nasional berbasis transformasi digital,” kata Sekjen Kemkomdigi itu. (ivan)