Gubernur Khofifah Lepas 16 KK Calon Transmigran Jatim ke Sulsel, Sulbar, dan Maluku Utara

pemerintahan | 17 Desember 2025 18:29

Gubernur Khofifah Lepas 16 KK Calon Transmigran Jatim ke Sulsel, Sulbar, dan Maluku Utara
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi memberangkatkan 16 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa calon transmigran asal Jawa Timur tahun 2025 ke Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas pemberangkatan 16 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa calon transmigran asal Jawa Timur tahun 2025 menuju Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Pelepasan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa, (16/12/2025).

 

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi serta penguatan kepada para calon transmigran yang akan memulai kehidupan baru di daerah tujuan. Ia menegaskan bahwa program transmigrasi merupakan bagian penting dari pembangunan nasional sekaligus upaya pemerataan kesejahteraan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (17/12/2025).

 

“Program transmigrasi ini adalah tugas mulia. Kehadiran panjenengan semua di daerah tujuan diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa,”ujar Khofifah.

 

Khofifah juga berpesan agar para transmigran tetap menjaga semangat belajar, khususnya bagi anak-anak, agar pendidikan tetap menjadi prioritas meski berada di lingkungan baru. Ia mencontohkan kisah inspiratif seorang profesor di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berasal dari keluarga transmigran.

 

“Transmigrasi bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan disiplin, kerja keras, dan semangat belajar, siapa pun bisa meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

 

 

 

Di akhir sambutan, Khofifah mendoakan agar seluruh calon transmigran diberikan keselamatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalani kehidupan baru. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan spiritual sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di perantauan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menyampaikan bahwa minat masyarakat Jawa Timur terhadap program transmigrasi masih tergolong tinggi. Setiap tahun, jumlah pendaftar selalu melebihi kuota yang tersedia.

 

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal PPKTrans Kementerian Transmigrasi RI Nomor 122 Tahun 2025, Jawa Timur memperoleh alokasi 16 KK melalui program Trans Karya Nusantara (TKN) yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

 

 

Sebanyak 10 KK ditempatkan di Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, 2 KK diberangkatkan ke Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dan 4 KK ke Waleh SP.3, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

 

Para calon transmigran berasal dari 15 kabupaten di Jawa Timur, antara lain Madiun, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Mojokerto, Ngawi, Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Nganjuk, Blitar, Lamongan, Jombang, dan Sidoarjo.

 

Selain penempatan transmigran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengikutsertakan tiga kepala keluarga dalam program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) di Bandung. Program ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia kawasan transmigrasi, khususnya dalam kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat.

 

Melalui program transmigrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap para transmigran mampu beradaptasi dengan baik, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta turut mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah tujuan. (ivan)