SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Rapat Evaluasi Patroli Air Kali Surabaya Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menilai efektivitas pengawasan dan pengendalian pencemaran air sepanjang tahun, sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Rapat evaluasi dihadiri perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, aparat penegak hukum, Perum Jasa Tirta, laboratorium lingkungan, dinas teknis terkait, serta unsur masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini menjadi mitra pelaksanaan patroli air. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (18/12/2025).
Mewakili Plt Kepala DLH Jatim yang berhalangan hadir, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Jatim, Ayu Mustika Dewi, menjelaskan bahwa Tim Patroli Air dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Tahun 2025. Tim ini memiliki mandat jelas dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan sungai, khususnya di Kali Surabaya.
Sepanjang tahun 2025, tim telah melaksanakan patroli rutin bulanan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mencemari sungai. Selain itu, patroli juga disertai pembinaan kepada masyarakat di bantaran sungai serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam penanganan pelanggaran lingkungan.
“Evaluasi ini penting untuk memastikan pelaksanaan tugas telah sesuai dengan keputusan gubernur, sekaligus mengidentifikasi kekurangan dan kendala di lapangan agar dapat diperbaiki ke depan,” ujar Ayu.
Dalam forum evaluasi, para peserta menyampaikan masukan dan rekomendasi konstruktif. Fokus pembahasan meliputi kondisi mutu air terkini, kendala teknis patroli dan pengambilan sampel, permasalahan di masyarakat dan industri, hingga efektivitas koordinasi antarinstansi.
Hasil evaluasi ini akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian pencemaran yang lebih terarah dan tajam, termasuk dalam perencanaan program tahun 2026.
Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup Jawa Timur, Imam Rochani, menegaskan bahwa evaluasi tahunan merupakan kewajiban untuk memastikan adanya peningkatan kinerja dari tahun ke tahun. Menurutnya, patroli air telah memberikan dampak positif dan mendorong lahirnya berbagai kebijakan di bidang pengendalian pencemaran, edukasi lingkungan, serta penguatan peran masyarakat dan industri.
“Hasil evaluasi ini akan disinergikan dengan kegiatan sosialisasi kepada industri, masyarakat, dan para pemangku kepentingan di bantaran sungai agar program berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi teknis, termasuk metode pengambilan sampel dan penyesuaian prosedur patroli saat kondisi cuaca ekstrem, guna menjaga optimalisasi pengawasan.
Rapat evaluasi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kualitas air dan kelestarian lingkungan sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Dengan semangat kolaborasi Selamatkan Air, Jaga Bumi, Pemprov Jatim berharap kualitas Kali Surabaya terus membaik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kini dan generasi mendatang. (ivan)