“Mitigasi perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Perilaku sederhana dalam keseharian, jika dilakukan bersama, akan berdampak luas,” pesan Khofifah.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jatim juga menyerahkan Apresiasi Gubernur kepada pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, media, dan kelompok masyarakat yang berkontribusi aktif dalam perlindungan dan pengelolaan mangrove. Ia turut menyambut baik perpanjangan kerja sama Pemprov Jatim dengan Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) dalam pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Penguatan aksi iklim ditandai pula dengan penyampaian Letter of Approval (LoA) kepada Apolownia terkait rencana Proyek Karbon Mangrove di Jawa Timur yang akan dikerjasamakan dengan YAGASU. Langkah ini menjadi sinyal dukungan Pemprov Jatim terhadap pengembangan mekanisme karbon yang berintegritas, sejalan dengan Paris Agreement, sekaligus membuka peluang pembiayaan alternatif bagi pemulihan mangrove dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.