Sejalan dengan agenda mitigasi bencana dan kehutanan, Pemprov Jatim juga menyampaikan perkembangan strategis pengusulan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Lawu. Berdasarkan kajian Tim Terpadu yang diketuai Prof. Hendra Gunawan (BRIN) pada 1–10 Desember 2025, direkomendasikan perubahan fungsi kawasan hutan Gunung Lawu menjadi Tahura seluas ±7.341 hektare.
Dengan berakhirnya Series Festival Mangrove Jawa Timur 2025, Pemprov Jatim menegaskan bahwa gerakan pemulihan ekosistem berbasis alam akan terus dilanjutkan dan diperkuat. Semangat kolaborasi yang terbangun tidak berhenti di panggung festival, melainkan menjadi pijakan kebijakan dan aksi nyata di tingkat tapak.
“Penutupan ini sekaligus menandai awal fase baru pengelolaan mangrove yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya guna. Dengan komitmen berkelanjutan dan kerja bersama, Jawa Timur optimistis mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat ketahanan iklim bagi generasi mendatang,”pungkas Jumadi. (ivan)