Khofifah juga menekankan pentingnya kreativitas, daya saing, serta inovasi integratif dalam membentuk kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan global.
“Hidup adalah perubahan. Praja harus adaptif dan responsif menghadapi dinamika lokal, regional, nasional, hingga global, termasuk tantangan perubahan iklim,” ujarnya.
Dalam rangka menyiapkan kepemimpinan masa depan, Khofifah menyebut Jawa Timur telah memiliki enam SMA Taruna berasrama sebagai bagian dari ekosistem pembinaan calon pemimpin bangsa. Salah satunya adalah SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro yang bermitra langsung dengan IPDN.
“Ini menunjukkan keseriusan Jawa Timur menyiapkan generasi emas untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Praja adalah generasi emas bangsa,” tuturnya.