SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai perempuan yang berdaya merupakan kunci utama dalam mendorong pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, perlindungan dan pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
Menurut Khofifah, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh, serta menciptakan sumber daya manusia unggul. Pemberdayaan perempuan, kata dia, perlu menjadi bagian integral dalam setiap kebijakan pembangunan. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (23/12/2025).
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kokoh dan masyarakat yang resilien. Inilah fondasi penting bagi kemajuan bangsa,” ujar Khofifah di Surabaya.
Ia menegaskan, Peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan peran multidimensi perempuan. Perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, budaya, hingga pembangunan nasional.
Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 mengusung tema Perempuan Berkarya dan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045, yang menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Khofifah menilai kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana perempuan memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, peluang ekonomi, serta ruang kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Ia juga menyoroti peran aktif perempuan di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari menjadi inspirasi generasi muda, penggerak perubahan sosial, hingga pengambil keputusan yang berdampak luas.
“Banyak perempuan inspiratif di negeri ini yang dapat menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus bermimpi, berinovasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menyebut kemampuan multitasking dan empati yang dimiliki perempuan menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan sosial, mempromosikan kesetaraan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Perempuan sering memiliki kemampuan analitis dan empati yang kuat, sehingga efektif dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun organisasi,” ujarnya.
Sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, Khofifah juga menekankan peran perempuan sebagai ibu, pendamping keluarga, sekaligus profesional di dunia kerja, termasuk bagi para ibu bekerja.
Di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi terus memperkuat berbagai program strategis pemberdayaan perempuan, mulai dari peningkatan kapasitas UMKM perempuan, perlindungan ibu dan anak, penguatan literasi digital, hingga peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan publik.
“Perempuan Jawa Timur telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan menopang ekonomi daerah, terutama di tengah berbagai tantangan global,” tegas Gubernur khofifah.
Khofifah menambahkan, peringatan Hari Ibu harus menjadi pengingat bersama untuk membangun lingkungan yang adil, inklusif, dan ramah bagi perempuan.
“Semangat Hari Ibu adalah semangat perjuangan dan pengabdian. Mari kita perkuat komitmen menghadirkan kebijakan serta langkah nyata yang berpihak pada perempuan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ivan)