SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta wisatawan untuk mematuhi seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku di destinasi wisata selama libur Tahun Baru 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga keselamatan bersama sekaligus mengantisipasi berbagai potensi risiko akibat meningkatnya mobilitas masyarakat saat pergantian tahun.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Pemprov Jatim menekankan pentingnya kedisiplinan wisatawan serta kesiapan pengelola destinasi dalam menerapkan pengelolaan wisata yang aman dan terukur. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (29/12/2025).
Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, mengatakan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata, terlebih pada musim hujan yang berpotensi menimbulkan risiko di sejumlah kawasan wisata alam.
“Keselamatan jiwa harus didahulukan dibandingkan agenda perjalanan. Wisatawan diimbau tidak memaksakan diri berwisata apabila kondisi cuaca dan situasi di lapangan tidak memungkinkan, serta selalu mematuhi rambu, aturan destinasi, dan arahan petugas,” ujar Evy, Minggu, (28/12/2025).
Ia menjelaskan, kewaspadaan ekstra perlu diterapkan terutama di destinasi wisata alam terbuka seperti kawasan pegunungan dan pantai. Risiko bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga wisatawan diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, kemampuan fisik, serta tetap menjaga kelestarian alam dan menghormati kearifan lokal.
Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemprov Jatim melalui Disbudpar juga mengoptimalkan penyampaian informasi kepada wisatawan. Informasi tersebut disebarkan melalui media sosial resmi, papan informasi di lokasi wisata, serta petugas informasi di lapangan.
Adapun informasi yang disampaikan meliputi kondisi terkini destinasi, kapasitas kunjungan, prakiraan cuaca, hingga potensi risiko yang perlu diantisipasi. Wisatawan juga didorong memanfaatkan kanal resmi seperti @disbudparjatim, @jatimpemprov, @infobmkgjuanda, @eastjavatrip.id, serta layanan TIC Digital Nusantara Jawa Timur melalui laman bit.ly/TICJATIM.
Sebagai alternatif liburan yang aman dan ramah keluarga, Disbudpar Jatim merekomendasikan destinasi dengan pengelolaan terstruktur dan tingkat risiko relatif rendah. Di antaranya museum, taman rekreasi keluarga, desa wisata berbasis masyarakat, serta kawasan cagar budaya dan sejarah.
Beberapa destinasi yang direkomendasikan antara lain kawasan Trowulan, Candi Penataran, Candi Singhasari, Desa Wisata Pujon Kidul, serta Desa Wisata Osing Banyuwangi.
Evy menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif pengelola destinasi dan kesadaran wisatawan.
“Dengan perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan, libur Tahun Baru 2026 di Jawa Timur diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan memberi pengalaman positif bagi wisatawan sekaligus mendorong pariwisata daerah yang berkelanjutan,” pungkas Kepala Disbudpar Jatim itu. (ivan)