PIDIE JAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengapresiasi perhatian dan dukungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penanganan kemanusiaan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Bantuan dari Pemprov Jatim dinilai mempercepat pelayanan kesehatan dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, saat meninjau langsung layanan kesehatan yang diberikan Emergency Medical Team (EMT) 4 Jawa Timur di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kamis, (25/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Hasan Basri menyemangati para relawan serta tenaga medis yang bertugas di lapangan. Ia menegaskan kehadiran EMT Jatim menjadi bukti nyata solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi kebencanaan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (29/12/2025).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran atas kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang telah diberikan,” ujar Hasan Basri.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat layanan darurat kesehatan dan mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana. Ia berharap sinergi lintas daerah dan antarinstansi dapat terus terjaga hingga kondisi warga benar-benar pulih.
Selain kepada Gubernur Jawa Timur, Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada para relawan, tenaga kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan yang terlibat aktif dalam pelayanan kemanusiaan di lokasi terdampak.
Sementara itu, EMT 4 Jawa Timur mencatat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 45 warga terdampak bencana di Desa Beurawang. Layanan yang diberikan bersifat kuratif dengan kasus terbanyak meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 14 kasus, dermatitis 13 kasus, myalgia 12 kasus, hipertensi 3 kasus, diabetes melitus 2 kasus, serta satu kasus lainnya.
Koordinator EMT 4 Jawa Timur, dr. Mukhamad Fathoni, S.Kep., Ners., MNS, menjelaskan bahwa dari total pasien yang ditangani, 21 orang berjenis kelamin laki-laki dan 24 perempuan. Berdasarkan kelompok usia, terdiri atas dua balita, dua anak-anak, 27 orang dewasa, dan 14 lanjut usia.
Dalam perjalanan menuju lokasi pelayanan, petugas ambulans EMT 4 Jatim juga menerima permintaan bantuan dari warga untuk memeriksa seorang pasien di rumah. Pasien berinisial Ny M (60) ditemukan dalam kondisi umum lemah dengan tingkat kesadaran somnolen.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 216/113 mmHg dan gula darah acak 421 mg/dl, dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus,” jelas Fathoni.
Pasien juga mengalami kelemahan anggota gerak sejak dua hari setelah terjatuh. Melihat kondisi tersebut, tim segera mengevakuasi pasien menggunakan ambulans ke Puskesmas Meureudu. Berdasarkan advis petugas IGD, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Pidie Jaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Dengan tekanan darah dan kadar gula yang sangat tinggi disertai penurunan kesadaran, kecepatan penanganan dan sistem rujukan menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” tegasnya. (ivan)