Kegiatan Susur Sungai, yang dilaksanakan di wilayah Sungai Brantas pada 19 Oktober 2025, melibatkan sekitar 500 relawan. Kegiatan ini mencakup identifikasi sumber pencemar, penebaran benih ikan, serta pembagian tanaman produktif kepada masyarakat.
Program Detik (Desa Tanggap Iklim), difokuskan pada mitigasi perubahan iklim melalui penguatan kelembagaan desa dan rehabilitasi lahan. Pada 2025, kegiatan dipusatkan di Desa Wates, Kabupaten Ponorogo, dengan penanaman tanaman buah (MPTS) di kawasan rawan longsor.
Aksi Bersih Pantai, yang dilaksanakan secara kolaboratif di sejumlah wilayah pesisir, antara lain Pantai Gemah Tulungagung, Pantai Permata Probolinggo, dan Pantai Lumpur Gresik.
Selain itu, terdapat pula program Bersumpah (Bersih Sungai dari Sampah) yang memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini digelar di Desa Krembangan, Kabupaten Sidoarjo, serta Afvour Kemambang, Kota Surabaya, sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program tersebut, Pemprov Jawa Timur menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (ivan)