Pemprov Jatim Perkuat Agenda Lingkungan Berkelanjutan, IKLH Tertinggi se-Pulau Jawa Jadi Bukti Komitmen

pemerintahan | 30 Desember 2025 05:59

Pemprov Jatim Perkuat Agenda Lingkungan Berkelanjutan, IKLH Tertinggi se-Pulau Jawa Jadi Bukti Komitmen
Komitmen Pemprov Jatim Jaga Kelestarian Lingkungan. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari arah pembangunan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, berbagai kebijakan dan program nyata berhasil mendorong peningkatan kualitas lingkungan hidup di daerah.

 

Capaian tersebut tercermin dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur tahun 2024 yang mencapai 71,24, masuk kategori baik dan menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (30/12/2025).

 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor dan menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama Gubernur yang kini diperkuat dalam RPJMD Jawa Timur 2025–2029.

 

“Capaian IKLH ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari komitmen kuat Pemprov Jatim dalam membangun masa depan yang lebih hijau. DLH terus mengawal transisi lingkungan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Nurkholis.

 

 

Untuk mendukung target tersebut, DLH Jawa Timur menjalankan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan penguatan partisipasi publik, antara lain:

 

Program Desa Berseri, yakni gerakan partisipatif pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau (RTH) yang hingga 2025 telah menjangkau 1.306 desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota.

 

Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah, yang dilaksanakan di 23 desa dan 17 pesantren. Program ini mencakup edukasi kebijakan persampahan, pengomposan, budidaya maggot, hingga daur ulang, sekaligus disertai bantuan sarana seperti alat angkut dan drop box.

 

Sekolah Adiwiyata, sebagai upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini. Pada 2025 tercatat 286 sekolah tingkat provinsi, 186 sekolah tingkat nasional, dan 96 sekolah berstatus mandiri.

 

 

 

Kegiatan Susur Sungai, yang dilaksanakan di wilayah Sungai Brantas pada 19 Oktober 2025, melibatkan sekitar 500 relawan. Kegiatan ini mencakup identifikasi sumber pencemar, penebaran benih ikan, serta pembagian tanaman produktif kepada masyarakat.

 

Program Detik (Desa Tanggap Iklim), difokuskan pada mitigasi perubahan iklim melalui penguatan kelembagaan desa dan rehabilitasi lahan. Pada 2025, kegiatan dipusatkan di Desa Wates, Kabupaten Ponorogo, dengan penanaman tanaman buah (MPTS) di kawasan rawan longsor.

 

Aksi Bersih Pantai, yang dilaksanakan secara kolaboratif di sejumlah wilayah pesisir, antara lain Pantai Gemah Tulungagung, Pantai Permata Probolinggo, dan Pantai Lumpur Gresik.

 

Selain itu, terdapat pula program Bersumpah (Bersih Sungai dari Sampah) yang memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini digelar di Desa Krembangan, Kabupaten Sidoarjo, serta Afvour Kemambang, Kota Surabaya, sepanjang 2025.

 

Melalui rangkaian program tersebut, Pemprov Jawa Timur menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (ivan)