SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) meresmikan kantor baru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keselamatan Kerja yang berlokasi di kawasan Bendul Merisi, Surabaya, Senin, (29/12/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Jawa Timur.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, didampingi Kepala UPT Keselamatan Kerja, Erna Wurjanti, dan ditandai dengan tasyakuran serta pemotongan tumpeng bersama jajaran pegawai. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (30/12/2025).
Dalam sambutannya, Sigit Priyanto menegaskan bahwa keberadaan kantor baru ini menjadi tonggak penting setelah lebih dari 25 tahun perjalanan UPT Keselamatan Kerja sejak era otonomi daerah tahun 2000. Ia menyebut, kantor baru ini diharapkan menjadi simbol semangat baru dalam memperkuat pengawasan dan pelayanan K3 di berbagai sektor usaha.
“Lingkungan kerja harus dipastikan aman dan berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Perusahaan, khususnya yang memiliki risiko tinggi, wajib mematuhi ketentuan agar pekerja terlindungi sejak berangkat hingga kembali ke rumah,” tegas Sigit.
Menurutnya, fungsi kantor baru tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga untuk mengoptimalkan layanan riksa uji. Layanan tersebut meliputi pengukuran pencahayaan, kebisingan, iklim kerja, getaran, kualitas udara emisi dan ambien, hingga pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.
Sigit juga berharap dukungan anggaran dan kolaborasi dengan dunia usaha terus diperkuat agar terwujud masyarakat industri Jawa Timur yang aman, sehat, dan produktif sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala UPT Keselamatan Kerja, Erna Wurjanti, menyampaikan bahwa meskipun kantor baru sudah mulai beroperasi, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang menjadi prioritas pada tahun 2026. Di antaranya rehabilitasi ruang kerja penguji K3 serta pengembangan fasilitas medical check up (MCU) seperti ruang radiologi, spirometri, pemeriksaan ECG dan audiometri, serta penguatan laboratorium medis.
Erna juga mengungkapkan bahwa UPT K2 saat ini tengah menjalani proses akreditasi ulang ISO 17025 menyusul perpindahan lokasi kantor.
“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN). Rencananya asesmen akan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2026. Saat ini tim kami fokus pada uji kinerja peralatan dan pelatihan operator,” jelasnya.
Ia menambahkan, kantor baru UPT K2 kini dilengkapi laboratorium pengujian dengan peralatan yang lebih modern. Salah satunya adalah Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) senilai Rp3,4 miliar untuk analisis logam di udara, serta perangkat spektrofotometri dan autoclave untuk pengujian biologi.
“Alat uji merupakan ruh pelayanan kami. Karena sebagian besar peralatan berteknologi tinggi dan merupakan barang impor, maka perawatan serta kalibrasi dilakukan secara rutin agar hasil pengujian tetap akurat,” ujar Erna.
Ke depan, Erna berharap UPT Keselamatan Kerja dapat berkembang menjadi pusat uji kompetensi personel K3 yang tersertifikasi BNSP. Dengan demikian, para penguji K3 tidak hanya bertugas melakukan pemeriksaan faktor lingkungan kerja, tetapi juga dapat berperan sebagai asesor bagi praktisi K3 di lapangan.
Rangkaian peresmian ditutup dengan peninjauan kantor baru serta ramah tamah bersama seluruh staf fungsional dan pelaksana. Bergabungnya UPT K2 di lokasi baru bersama dua UPT lainnya diharapkan mampu memperkuat sinergi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik Disnakertrans Jawa Timur. (ivan)