Pada tahap awal, pengiriman difokuskan melalui jalur udara guna mempercepat penanganan darurat, yakni Tahap I melalui Bandara Juanda Surabaya sebesar 26,500 ton, Tahap II melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 61,687 ton, serta Tahap V melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 1,950 ton.
Sementara itu, jalur laut menjadi penopang distribusi skala besar pada Tahap III, dengan melibatkan KRI yang mengangkut 17,241 ton, serta kapal PELNI yang membawa 10 kontainer bantuan khusus untuk Sumatera Utara dengan total muatan mencapai 84,315 ton.
Distribusi melalui jalur darat dilakukan pada Tahap IV dan Tahap VI dengan fokus wilayah Sumatera. Tahap IV mencakup pengiriman ke Sumatera Utara dan Padang seberat 14,025 ton. Sedangkan Tahap VI menjadi pengiriman darat terbesar yang mencakup Sumatera Barat dengan 9 truk bermuatan 40,489 ton, serta beberapa wilayah di Aceh.
Sebaran bantuan di Aceh meliputi wilayah induk sebesar 18,657 ton, Aceh Tamiang 13,555 ton, Gayo Lues 14,978 ton, dan Pidie Jaya 23,840 ton.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jawa Timur atas partisipasi dan kepedulian dalam membantu saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui BPBD Jawa Timur,” pungkas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur itu. (ivan)